KUDUS – Pondok Pesantren Putri Al-Amanah Kudus menggelar Al-Amanah Santri Scholar Clinic (ASSC) pada Sabtu–Ahad, 27–28 Juni 2026, di Aula Pondok Pesantren Putri Al-Amanah Kudus. Mengusung tema "Menumbuhkan Tradisi Riset, Menulis untuk Peradaban", kegiatan ini diikuti oleh mahasantri semester IV sebagai bekal dalam menyusun artikel ilmiah.
Pelatihan menghadirkan Mansur Hidayat, M.A., dosen Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Sunan Kudus yang aktif menulis dan mempublikasikan karya ilmiah serta sedang menempuh pendidikan doktoral. Selama dua hari, beliau menyampaikan materi mengenai penulisan artikel ilmiah, mulai dari penyusunan artikel berbasis IMRaD, pemilihan jurnal melalui SINTA dan Scopus, pemahaman scope dan author guidelines, penggunaan Zotero untuk manajemen referensi, hingga persiapan naskah sebelum dipublikasikan.
Dalam materinya, Mansur Hidayat mengingatkan bahwa kemampuan menulis harus diawali dengan memperbanyak membaca dan memperkaya wawasan. "Menulis itu ibarat seseorang yang harus makan dulu sebelum dapat mengeluarkan sesuatu," ucapnya.
Menurutnya, seseorang tidak akan mampu menghasilkan tulisan yang baik jika tidak membiasakan diri membaca, mencari referensi, dan terus belajar.
Pelatihan dikemas dalam bentuk mini lecture, writing clinic, praktik penulisan, dan audit naskah. Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga langsung menyusun kerangka artikel, menentukan jurnal tujuan, serta memperbaiki naskah yang telah dibuat bersama pemateri.
Selama pelatihan berlangsung, peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi. Pada sesi diskusi, berbagai pertanyaan disampaikan, mulai dari menentukan topik penelitian, mencari kebaruan (novelty), memilih jurnal yang sesuai, hingga proses publikasi artikel ilmiah.
Pada penutupan kegiatan, Pengasuh Pondok Pesantren Putri Al-Amanah Kudus, Ustadz Moh. Anwar Yasfin, menyampaikan bahwa kemampuan menulis dan melakukan riset bukan hanya untuk memenuhi tugas perkuliahan, tetapi menjadi bekal yang akan dibutuhkan di masa depan. "Ini bukan kewajiban kalian, tetapi ini adalah kebutuhan kalian," pesannya.
Beliau juga menyampaikan bahwa pesantren akan terus memberikan ruang bagi para santri untuk berkembang melalui berbagai program akademik. "Kami menjembatani untuk kalian menjemput masa depan," tuturnya.
Kegiatan ditutup dengan penyampaian rencana tindak lanjut kepada peserta agar naskah yang telah disusun selama pelatihan dapat terus dikembangkan hingga layak dipublikasikan. (Ummi Taqiya)

0 Komentar